Jumat, 04 Maret 2016

How Important English in Business

In the 21st century we live in a truly global society, where communication with almost every part of the world is possible. The spread of English as the language of international business has made it more important than ever for people working with colleagues, clients and partners from other countries to understand each other, so that they can form effective and productive working relationships.
In order to meet the demands of modern employers, everyone from university graduates to senior managers must be able use English for work. Effective internal and external communication is essential to the success of any business, but professionals who need to communicate with each other as non-native English speakers can greatly benefit from learning Business English.
What is the difference between Business English and General English?
The truth is, there are probably more similarities than differences. They both require the development of core skills in fluency, reading, writing and listening, the application of linguistic principles and, of course, plenty of hard work.  It is important to have a good basis of General English to be able to communicate effectively.  However, Business English courses focus on particular vocabulary, topics and skills that are applicable to the workplace and enable you to communicate accurately. Here are some examples:
making phone/conference calls
doing presentations
taking part in meetings
being involved in negotiations
writing emails/reports
You will also be able to concentrate on topics that are relevant to your industry or company, which could include law, finance, medicine, IT, Marketing or Human Resources, while simultaneously enhancing your General English skills.  
How will a Business English course help me?
By studying Business English you can improve your overall English language ability while targeting areas that will help you achieve your goals at work. These could be anything from starting on your career path, looking for a promotion, pushing for a pay rise or simply feeling more confident in your role. Whatever your reasons may be, learning Business English can contribute to your professional progress, not to mention being rewarding and enjoyable.
Study Business English in Edinburgh at ECS Scotland
ECS Scotland has been providing Business English courses for international students in Edinburgh for almost 20 years. Since we began, much has changed in the way that business people work and communicate with each other.  However, what remains the same is our commitment to providing first rate tuition for clients throughout the year, in a variety of formats and levels. Our fully qualified teachers have extensive experience of teaching business professionals from all over the world and are happy to create bespoke learning programs for each individual.  Many teachers come from a professional background and also have working experience in business.
Edinburgh is one of the most beautiful cities in the world, rich in history, culture and an international centre for finance and business. It is an ideal base for exploring the rest of Scotland and the perfect place to study Business English.
What type of Business English courses are available?
Business English courses are available as a Combination Course. These courses combine 15 or 20 hours per week in a small group (maximum 5 students) General English class, and 5, 10 or 15 hours of 1-to-1 Business English lessons in the afternoons focusing on the specific business language you need.  You will be given a needs analysis form before your arrival in Edinburgh and we will ask you to tell us what you want and need.
If you require an intensive Business English course, ECS Scotland can provided 1-to-1 Business English tuition for the whole of your course.     

The 1-to-1 Business English classes will be designed 100% around you and your language needs.  We use a variety of authentic material as well as specifc material for learners of English.  Many clients also bring examples of their own work to practise with, such as authentic reports, presentations or email correspondence.   Courses are available for 20, 25 or 30 hours per week.


Source: http://www.gingersoftware.com/content/blog/importance-of-english-in-the-business-world-today/

Jumat, 22 Januari 2016

Distribusi Peluang Kontinu

DISTRIBUSI PELUANG KONTINU


A. Pengertian Distribusi Peluang Kontinu
   Distribusi peluang kontinu adalah pengubah acak yang dapat memperoleh semua nilai pada skala kontinu. Ruang sampel kontinu adalah bila ruang sampel mengandung titik sampel yang tak terhingga banyaknya. Syarat dari distribusi kontinu adalah apabila fungsi f(x) adalah fungsi padat peluang peubah acak kontinu X yang didefinisikan di atas himpunan semua bilangan riil R bila:
1. F(x) ≥ 0 untuk semua x є R
2. ∫(𝑥)𝑑𝑥=1∞∞
3. (𝑎<𝑋<𝑏)= ∫𝑓(𝑥)𝑑𝑥

1.      Distribusi T
       Distribusi student’s t adalah distribusi yang ditemukan oleh seorang mahasiswa yang tidak mau disebutkan namanya. Untuk menghargai hasil penemuannya itu, distribusinya disebut distribusi Student yang lebih dikenal dengan distribusi “t”, diambil daru huruf terakhir kata “student”. Bentuk persamaan fungsinya :
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1sFN3KZdwNTizeGpzLk4_rtR_bRyVDx1T5DjfLnp_qF1yjfldbN4vEiFytoWzE7a8743mMNx9ueNQUoiCvD5SU2y5sZeOyGgkcl6WVd2d1ldEfKnf2f9SuFYvIU1TBfu1kUQIA22ZRd0Z/s1600/t1.JPG
berlaku untul −∞<𝑡<∞ dan K merupakan tetapan yang besarnya tergantung dari besar n sedemikian sehingga luas daerah antara kurva fungsi itu dan sumbu t adalah 1.
Bilangan n – 1 disebut derajat kebebasan (dk). Yang dimaksudkan dengan dk ialah kemungkinan banyak pilihan dari sejumlah objek yang diberikan. Misalnya kita mempunyai dua objek yaitu A dan B. Dari dua objek ini kita hanya mungkin melakukan 1 kali pilihan saja, A dan B. Seandainya terpilih A maka B tidak usah dipilih lagi. Dan untuk itu dk = 2 – 1 = 1.


2.  Distribusi Chi-kuadrat
     merupakan distribusi yang banyak digunakan dalam sejumlah prosedur statistik inferensial. Distribusi chi-kuadrat merupakan kasus khusus dari distribusi gamma dengan faktor bentuk 𝛼=𝑣/2, dimana v adalah bilangan bulat positif dan faktor skala 𝛽=2.
Jika variabel acak kontinu X memiliki distribusi chi-kudrat dengan parameter v, maka fungsi kepadatan probabilitas dari X adalah : 
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2GcQCA5kbnYjluInWjwzdkOdpsXykUMHjfhM19lNhpquHiGkF2bvULVRBlvT-4Kv_dXeeUZZVVv2O7SR3dr5I8pZIVha796R8SnoH22ZpkIM19F6tSeOcWQAI4L4by-naR4-d_Tgum4Zm/s320/x1.JPG
Parameter n disebut angka derajat kebebasan (degree of freedom/df) dari X. Sedangkan fungsi distribusi kumulatif chi-kuadrat adalah :
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjddJsjHrZL7Z421yD-zl-FejAPw8O-_EsusPkKnBIwjTya7N7BOfOxneVS2sbvrMGqMisAl7NUyESuYU13hOYH3_RM25JELiAiYyJYgcij1r5TIeDPX8MOgUC2r3RFfDOkx4h9hhfCuIiW/s1600/x2.JPG
Berikut ini diberikan rumusan beberapa ukuran statistik deskriptif untuk distribusi chi-kuadrat.
Mean (Nilai Harapan) :
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-YWx5lW-JNqHk9NUuobRwm1u7toG3sl_tPdeCJ06CBFwyGFwBAetSMmO0JN3Y6ovolkBTOyOUi9TGycyoJwwbo4xdIGLfGjHjqPsS-VygtpYZw0QbJIegM55H_x8CSYEmaDJnvPiWs4mB/s1600/x3.JPG


3.  Distribusi F
     Menurut Gasperz (1989:251), secara teori sebaran F merupakan rasio dari dua sebaran chi kuadrat yang bebas. Oleh karena itu peubah acak F diberikan sebagai: 
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcYhjX0vO1TELWNlrfniqvixbXxGqFIQoWV6JXKB92svYCT3ryqvojH9BaNa8hcUyQVqIn3Xso9iGdtW2whzSDB1TcKn6QmpWBbvKXeweiV_h1dcU5xAW1ofd-_QUGwoBosE1c2SVXHCHw/s1600/f1.JPG
Dimana :

𝑋12= 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑠𝑒𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑐ℎ𝑖 𝑘𝑢𝑎𝑑𝑟𝑎𝑡 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑑𝑒𝑟𝑎𝑗𝑎𝑡 𝑏𝑒𝑏𝑎𝑠 𝑉1=𝑛1−1 𝑋22= 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑠𝑒𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑐ℎ𝑖 𝑘𝑢𝑎𝑑𝑟𝑎𝑡 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑑𝑒𝑟𝑎𝑗𝑎𝑡 𝑏𝑒𝑏𝑎𝑠 𝑉2=𝑛2−1
Oleh karena itu sebaran F mempunyai dua derajat bebas yaitu 𝑉1 𝑑𝑎𝑛 𝑉2. 


B.   Cara Membaca Tabel-tabel T, Z, F, dan Chi-kuadrat

1.  Cara Membaca Tabel T
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgd2JGc7yHl4ToSTkP_zZ4pQQYvPR7IWuua6NB9a8VN_9Ag4w8rcAoFT7SemcmLUpEKQf6lWxBgBRcvo7H4zsRsEtAag9WpJP58QcJfypl4T1d2bXP31wGsdTAVwAnmzBElIeC-VpkZG6OT/s320/Capture.JPG
Kita lihat dulu bagian-bagian dari tabel T masing-masing kolom mulai dari kolom kedua (angka yang dicetak tebal) dari tabel tersebut adalah nilai probabilita atau tingkat signifikansi. Nilai yang lebih kecil menunjukkan probabilita satu arah (satu sisi) sedangkan nilai yang lebih besar menunjukkan probabilita kedua arah (dua sisi). 
Probabilita Pada Tabel T
Sebelum melakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu kita tetapka apa yang disebut dengan probabilita. Probabilita itu adalah taraf signifikansi atau sering disebut alpha α.
Probabilita 1 arah dan probabilita 2 arah
Jenis probabilita tergantung pada rumusan hipotesis yang akan kita uji. Misal kita ingin menguji suatu hipotesis ” Dari sisi ini, pengujian hipotesis memiliki dua bentuk pengujian yaitu pengujian satu arah dan pengujian dua arah. Pengujian satu arah atau dua arah tergantung pada perumusan hipotesis yang akan kita uji. Misalnya jika hipotesis kita berbunyi, “ pendidikan berpengaruh positif terhadap pendapatan”. Artinya semakin tinggi pendidikan semakin besar pendapatan”. Maka pengujiannya menggunakan uji satu arah. Atau, misalnya “ umur berpengaruh negatif terhadap pendapatan”. Artinya semakin tua umur semakin rendah pendapatan”. Ini juga menggunakan pengujian satu arah.
Tetapi jika hipotesisnya berbunyi, “ terdapat pengaruh umur terhadap pendapatan”. Artinya umur bisa berpengaruh positif , tetapi juga bisa berpengaruh negatif terhadap pendapatan. Maka, pengujiannya menggunakan uji dua arah.
Kalau kita melakukan pengujian satu arah. Maka pada tabel T, lihat pada judul kolom bagian paling atasnya (angka yang kecilnya). Sebaliknya kalau kita  melakukan pengujian dua arah, lihat pada judul kolom angka yang besarnya.


2.   Tabel Z
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQK24PsEw9S1NNS9m9P9b9YDakScB3Lo_5lJk1fkAgZJLvy8_EjKGqqBD9tPHJ9bzaUMC6Gv1h9WJpsHpIb9beXamXZ7UkOLKu21ABzjNsG3WM85k7eZNhk88lcVhhxrz2PqkYVNtIE0Pi/s640/table+z1.JPG
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnu7Seo6YOvgHfyj1TswCkZitSFBJVWKjO_zc6Wg0u12jEx8QDHlhPXavgpslJ9ZaFTKyYn7x9VTN5VhucqEUGTqyfmvT6QYBZe7Psn3ZJcxnQeBQ7nRoM4rXTpF8ZcQXIsjBcY1a9yal_/s640/table+z2.JPG
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdNsjff-UP4RD7nwoj-kqjRo_TRtkjvZ6nsUWfhi2r1QVojkRUBzeMQOsJzD0YUK4BMeC6N9xuF9V1CtoMt0cKT1Qmh3mer2odRycQBg4COrbt_pWhe0LBW4cpTWZrhrqK82AjT3KkWmIr/s640/table+z3.JPG


3.   Tabel F
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuV-eJU1gwSdvDh3Ne5ys86Vm_1Ig3sHtJ01bFG0EfbXTtUxwJ5oWRICBUWNbdwFabnSbBjas76ux2HOIO8jWZsGVQFc2l7BOOZo9BDQ6GSY8rCmBNvjIZ8hAepAqc-l0nXkYY9kacTkDA/s640/table+f.JPG


4.   Tabel Chi-kuadrat
      Sama seperti dalam tabel T, dalam tabel ci-square ada yang namannya tingkata signifikasi (α ) serta derajad kebebasan (dk) atau degree of freedom. Tingkat signifikansi merupakan ukuran seberapa besar keyakinan yang kita ambil. Misalnya jika nilai α (alpha) adalah 0,01 maka kita memiliki keyakinan bahwa keputusan yang kita ambil 90% benar. Derajat kebebasan didapat dengan rumus n-1. Jadi jika kita memiliki n observasi maka derajad bebasnya adalah n-1. Jika obyek yang kita teliti berjumlah 60 maka derajad bebasnya adalah 60-1 = 59.

referensi :
 http://muhammadsurindra.blogspot.co.id/


Jumat, 06 November 2015

Tugas Statistika

   PENGANTARSTATISTIKA

A.    Data Mentah
Data nilai hasil mengerjakan tugas senibudaya dari 40 siswa SMA 1 Tangkil, sebagai berikut :

68
77
76
74
81
80
77
77
81
73
77
78
76
75
74
73
76
76
73
72
76
79
75
75
72
76
74
74
82
72
75
69
74
74
77
76
70
70
71
82

     1.      Mencari Rata-Rata (Mean)

Mean adalah teknik penjelasan kelompok yang didasarkan dari nilai rata-rata kelompok tersebut.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgstreiZxg5u-RbjWCyvut2c2HJwfERsi24BZ4OLPd86xy9VUmar5mgg2IaSEigyFYU9aZs0cjnOJEVLFqueKSeDicn2sn1C97jS-lC145FklxX_OhJXkJJtlvngrj8O-yDpzcaF2AR7hST/s1600/3.JPG
X = x1+x2+…+xn
               n

Maka untuk mencari rata-rata dari table nilai diatas yaitu :

X = 68+77+76+…+82          Keterangan:
                   40                           X    = Rata-Rata
X = 3013                                  Xn = Jumlah Nilai
         40                                     N   = Jumlah Data
X = 75,325

Jadi, rata-ratanya adalah 75,32

      2.      Nilai Tengah (Median)
Median adalah satu teknik penjelasan kelompok yang berdasarkan atas nilai tengah dari kelompok data yang telah disusun urutannya dari yang terkecil sampai terbesar atau dari yang terbesar ke yang terkecil.
Maka untuk mencari nilai tengah dari table diatas, kita harus mengurutkan nilai dari yang terkecil sampai yang terbesar seperti dibawah ini :

Nilai Tengah
68 69 70 71 72 72 72 73 73 73 74 74 74 74 74 74 75 75 75 75 76 76 76 76 76 76 76 76 77 77 77 77 77 78 79 80 81 81 82 82

Keterangan:
M = Median

 Maka nilai tengah (Median) dari data diatasa dalah 75. Karena, urutan ke 20 dari data tersebut adalah 75.





        3.      Nilai Yang paling BanyakMuncul (Modus)
             Modus adalah teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai yang sedang popular (nilai         yang sering muncul).


68
77
76
74
81
80
77
77
81
73
77
78
76
75
74
73
76
76
73
72
76
79
75
75
72
76
74
74
82
72
75
69
74
74
77
76
70
70
71
82
Berdasarkan data diatas dapat diketahui nilai yang paling sering muncul adalah 76. Karena, total nilai 76 berjumlah 8 dan paling banyak dari pada nilai yang lainnya.

       4.      Range
Keterangan:
R = Range
Rmax = Nilai Terbesar
Rmin = Nilai Terkecil

       Range adalah selisih antara nilai terbesar dan nilai terkecil.
R = Rmax - Rmin

       Maka untuk mencari range dari data diatas adalah :
R = 82-68
R = 14

Jadi, range dari data diatas adalah 14.


 5.      Ragam (variansi)
Ragam adalah rata-rata selisih kuadrat antara nilai-nilai individual dengan nilai tengahnya.

S2 = (x1-X)2+…+(xn-X)2
                       n








Maka untuk mencari ragam adalah :

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEDCQ3DIQPm55nIve0RGZHaiAraUpmn9xTAUmmgIxCnlXQKOXodGnCJb21OFD9UGPwJXIGiKa-vgt8Ej35WhUDqAK96hiul3aeGv6SEK8uvflnyrpUoNv290busu8fXMeCwxKUUWDIXjcP/s1600/11.JPG
S2 = (x1-X)2+…+(xn-X)2
                      n
S2 = (68-75,32)2+…+(82-75,32)2
                            40
S2 = 53,58+…+44,62
                   40
S2 = 414,14
            40
S2 = 10,35

Jadi, ragam dari table nilai diatas adalah 10,35.

     6.      Simpangan Baku
Simpangan baku adalah ukuran sebaran statistic yang paling lazim, atau didefinisikan juga sebagai akar kuadrat varians.
2

   Maka untuk mencari simpangan baku adalah 

S = 2                      Keterangan:
S =                 S = Simpangan Baku
S = 3,21                    S2 = Variansi

Jadi simpangan bakunya adalah 3,21

       7.      Kemiringan Kurva (Skewnes)
Merupakan derajat ketidak simetrian (keasimetrian), atau dapat juga disefinisikan sebagai penyimpangan dari kesimetrian dari suatu distribusi.

SK = x-M
            s 

Maka untuk mencari nilai Skewnes adalah :

SK = x-M                        Keterangan:
            S
SK = 75,32-75                SK = Skewnes
            3,21                     X = Rata-Rata
SK = 0,09                        M = Median
                                        S = Simpangan Baku         


Karena nilai SK nya 0,09 ( SK > 0 ) maka kurvanya menceng ke kanan atau menceng positif.


        8.      Keruncingan (kurtosis)
Keruncingan adalah derajat kepuncakan suatu distribusi, biasanya diambil relatif  terhadap distribusi normal.


Interval Nilai
Frekuensi (mutlak)
67 – 69
2
70 – 72
5
73 – 75
13
76 – 78
14
79 – 81
4
82 – 84
2
Jumlah
40

4= 1(x-X)
       n S4

Maka untuk mencari nilai kurtosisnya adalah :

4= 1(x-X)                              Keterangan:
       n S4                                          n = Jumlah Data
                                            (x-X) = Frekuensi
                                               S = Simpangan Baku
4= 1   (67890)
       40  (3.21)4

4= 1697,25
       106,17

4= 15, 98





 Berhubung nilainya 15,98 ( lebih besar dari 3 ) jadi distribusinya adalah leptokurtic.