Selasa, 21 Maret 2017

Tugas Softskill Interaksi Manusia & Komputer


 Perbedaan Sistem Keamanan Bank BNI dan Bank BCA


     Hai sobat pembaca dimanapun kalian berada. kali ini gue mau review singkat keamanan informasi pada Bank BNI dan Bank BCA, sebagaimana tulisan ini adalah bagian dari tugas softskill. Selamat membaca ;)


1. Bank BNI (Bank Negara Indonesia)

    Penerapan sistem baru yang dilakukan oleh Bank BNI yaitu dengan penggunaan BNI ICONS (Integrated and Centralized Online System) yang diharapkan dapat terjadi pembenahan mekanisme dan penambahan kapabilitas layanan serta meningkatkan daya saing perusahaan ditengah persaingan bisnis perbankan yang semakin kompetitif.
 
Keamanan Informasi
  • BNI e-Secure adalah alat pengaman tambahan untuk transaksi finansial di BNI Internet Banking.
  • BNI e-Secure berfungsi menghasilkan PIN yang selalu berganti (Dynamic PIN) setiap kali nasabah melakukan transaksi finansial, tanpa BNI e-Secure Anda masih bisa mengakses Layanan BNI Internet Banking untuk melakukan transaksi non finansial antara lain melihat Informasi Saldo dan mutasi transaksi.
  • Rekening yang dapat diakses adalah Tabungan (BNI Taplus, BNI Taplus Utama, BNI Taplus Mahasiswa, BNI Taplus Pegawai, BNI Tapenas), BNI Giro Perorangan (rupiah ataupun valas), BNI Deposito (rupiah ataupun valas) dan Rekening Pinjaman Perorangan dengan syarat memiliki Customer Information File yang sama.
  • Aman, layanan BNI Internet Banking mengutamakan kemudahan dan keamanan informasi serta transaksi finansial anda.
  • Menggunakan Internasional Internet Standard Security SSL 3.0 dengan sistim enkripsi 128-bit, suatu sistem pengacak informasi yang tercanggih saat ini, sehingga informasi pribadi & keuangan anda lebih terjamin keamanannya.
  • Anda juga akan membuat sendiri User ID & Password BNI Internet Banking yang unik, sehingga tidak ada duplikasi dan hanya anda yang mengetahuinya. Setiap kali Login, anda hanya diperkenankan mengulang Password BNI Internet Banking yang salah sebanyak tiga kali sebelum akses tersebut diblokir untuk mencegah penyalahgunaan yang tidak bertanggung jawab. Setiap transaksi finansial harus menggunakan alat pengaman tambahan yang disebut BNI e-Secure dimana setiap transaksi akan diberikan nomor referensi yang digunakan apabila ada pertanyaan atau terjadi suatu masalah yang berhubungan dengan transaksi tersebut. Jika tidak terdapat aktivitas selama beberapa menit, sistem secara otomatis akan mengakhiri (log-out) akses anda untuk mencegah penyalahgunaan yang tidak berwenang.  

BNI Internet Banking mempunyai sistem pengamanan sebagai berikut :

  • Menggunakan sistem keamanan standar internasional dengan enskripsi SSL128 bit oleh Verisign. SSL 128 bit (Secure Socket Layer), yaitu lapisan pertama sistem pengamanan BNI Internet Banking yang lazim digunakan dalam dunia perbankan. Dengan menggunakan SSL ini, semua data yang dikirimkan dari server BNI Internet Banking ke komputer nasabah dan sebaliknya selalu melalui proses enkripsi (acak secara sistem) dengan menggunakan sandi 128-bit yang hanya diketahui oleh komputer nasabah dan server BNI Internet Banking. Dengan demikian, pihak-pihak lain tidak akan dapat mengartikan transmisi data tersebut apabila menerimanya.
  • Pengamanan pintu akses BNI Internet Banking dengan firewall. 
  • Proses registrasi Layanan BNI Internet Banking dilakukan melalui BNI ATM menggunakan PIN BNI Card. 
  • Proses aktivasi melalui www.bni.co.id atau langsung ke https://ibank.bni.co.id menggunakan PIN registrasi dan nomor BNI Card yang digunakan untuk registrasi di BNI ATM. 
  • User ID dan Password dibuat oleh Pengguna saat aktivasi BNI Internet Banking, berupa kombinasi alphabet dan numeric (alphanumeric). 
  • Password BNI Internet Banking dapat diubah kapan saja oleh Pengguna BNI Internet Banking. 
  • Sistem BNI Internet Banking dilengkapi dengan session time out dimana akan otomatis Log Off. 
  • Alat tambahan untuk transaksi finansial menggunakan BNI e-Secure yang akan menghasilkan kombinasi angka yang berubah-ubah (dynamic PIN) setiap kali Pengguna melakukan transaksi.
  • PIN BNI e-Secure dibuat oleh Pengguna dan digunakan setiap kali mengaktifkan/ menyalakan BNI e-Secure . BNI e-Secure akan otomatis mati apabila tidak digunakan dalam waktu 45 (empat puluh lima) detik.

    2. Bank BCA (Bank Central Asia)

    
    Sistem Keamanan E-Banking pada Bank BCA :   
  • Confidentiality, Aspek confidentiality memberi jaminan bahwa data-data tidak dapat disadap oleh pihak-pihak yang tidak berwenang. Serangan terhadap aspek ini adalah penyadapan nama account dan PIN dari pengguna Internet Banking. Penyadapan dapat dilakukan pada sisi terminal (komputer) yang digunakan oleh nasabah atau pada Jaringan (network) yang mengantarkan data dari sisi nasabah ke penyedia jasa Internet Banking. Penyadapan di sisi komputer dapat dilakukan dengan memasang program keylogger yang dapat mencatat kunci yang diketikkan oleh pengguna. Penggunaan keylogger ini tidak terpengaruh oleh pengamanan di sisi jaringan karena apa yang diketikkan oleh nasabah (sebelum terenkripsi) tercatat dalam sebuah berkas. Penyadapan di sisi jaringan dapat dilakukan dengan memasang program sniffer yang dapat menyadap data-data yang dikirimkan melalui jaringan Internet. Pengamanan di sisi network dilakukan dengan menggunakan enkripsi. Teknologi yang umum digunakan adalah Secure Socket Layer (SSL) dengan panjang kunci 128 bit.
  • Integrity, Aspek integrity menjamin integritas data, dimana data tidak boleh berubah atau diubah oleh pihak-pihak yang tidak berwenang. Salah satu cara untuk memproteksi hal ini adalah dengan menggunakan checksum, signature, atau certificate. Mekanisme signature akan dapat mendeteksi adanya perubahan terhadap data. Selain pendeteksian (dengan menggunakan checksum, misalnya) pengamanan lain yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan mekanisme logging (pencatatan) yang ekstensif sehingga jika terjadi masalah dapat dilakukan proses mundur (rollback).
  • Authentication, aspek Authentication digunakan untuk meyakinkan orang yang mengakses servis dan juga server (web) yang memberikan servis. Mekanisme yang umum digunakan untuk melakukan authentication di sisi pengguna biasanya terkait dengan: 
    • Sesuatu yang dimiliki (misalnya kartu ATM, chipcard)
    • Sesuatu yang diketahui (misalnya userid, password, PIN, TIN)
    • Sesuatu yang menjadi bagian dari kita (misalnya sidik jari, iris mata). 
  • Salah satu kesulitan melakukan authentication adalah biasanya kita hanya menggunakan userid/account number dan password/PIN. Keduanya hanya mencakup satu hal saja (yang diketahui) dan mudah disadap. Pembahasan cara pengamanan hal ini ada pada bagian lain. Sementara itu mekanisme untuk menunjukkan keaslian server (situs) adalah dengan digital certificat.
  • Non-repudiation, aspek nonrepudiation menjamin bahwa jika nasabah melakukan transaksi maka dia tidak dapat menolak telah melakukan transaksi. Hal ini dilakukan dengan menggunakan digital signature yang diberikan oleh kripto kunci publik (public key cryptosystem). Mekanisme konfirmasi (misal melalui telepon) juga merupakan salah satu cara untuk mengurangi kasus. Penggunaan logging yang ekstensif juga dapat mendeteksi adanya masalah. Seringkali logging tidak dilakukan secara ekstensif sehingga menyulitkan pelacakan jika terjadi masalah.
  • Availability, aspek availability difokuskan kepada ketersediaan layanan. Jika sebuah bank menggelar layanan Internet Banking dan kemudian tidak dapat menyediakan layanan tersebut ketika dibutuhkan oleh nasabah, maka nasabah akan mempertanyakan keandalannya dan meninggalkan layanan tersebut. Bahkan dapat dimungkinkan nasabah akan pindah ke bank yang dapat memberikan layanan lebih baik. Serangan terhadap availability dikenal dengan istilah Denial of Service (DoS) attack. Sayangnya serangan seperti ini mudah dilakukan di Internet dikarenakan teknologi yang ada saat ini masih menggunakan IP (Internet Protocol) versi 4. Mekanisme pengamanan untuk menjaga ketersediaan layanan antara lain menggunakan backup sites, DoS filter, Intrusion Detection System (IDS), network monitoring, DisasterRecovery Plan (DRP), Business Process Resumption. Istilah-istilah ini memang sering membingungkan (dan menakutkan).
Metode Keamanan

       Layanan ini menggunakan beberapa metode keamanan terkini seperti:
  • Penggunaan protokol Hyper Text Transfer Protokol Secure (HTTPS), yang membuat pengiriman data dari server ke ISP dan klien berupa data acak yang terenkripsi.
  • Penggunaan teknologi enkripsi Secure Socket Layer (SSL) 128 bit, dari Verisign. Dengan SSL inilah, transfer data yang terjadi harus melalui enkripsi SSL pada komunikasi tingkat socket.
  • Penggunaan user ID dan PIN untuk login ke layanan Internet Banking ini.
  • Penggunaan metode time out session, yang menyebabkan bila setelah 10 menit nasabah tidak melakukan aktivitas apapun, akses tidak berlaku lagi.
  • Penggunaan PIN untuk setiap aktivitas perbankan. PIN ini di-generate dari Token PIN.


Sekian review singkat tentang keamanan antara Bank BNI dan Bank BCA, dibuatnya tulisan ini semata-mata untuk memenuhi tugas "Interaksi Manusia & Komputer". Jadi jika ada kurang lebihnya mohon maaf ;) Wassalam..



Sumber : http://ezaapahlevi.blogspot.co.id/2014/06/teknologi-yang-digunakan-pada-bank-bni.html
               http://dewipurbaningty.blogspot.co.id/2016/02/sistem-informasi-manajemen-e-banking.html

Jumat, 25 November 2016

Tugas Manajemen Proyek & Resiko




KEDAI KOPI GONDRONG

VISI :  Menjadikan Kedai Kopi Gondrong sebagai salah satu kedai kopi terbaik di Indonesia.
  
  MISI: 1.  Menyediakan kopi berkualitas asli nusantara.
                         2.  Memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
                         3.  Memberikan rasa nyaman kepada pelanggan.


STRUKTUR ORGANISASI


Senin, 17 Oktober 2016

Tugas Mikroprosesor Minggu 2

Microprocessor 8086 dan 8088
Putra Andi Pamungkas 28114566 3KB05

Pada tugas ini membahas fungsi pin dari microprocessor
8086 dan 8088 dan akan menjelaskan tentang
Power supply DC, Karakteristik input, Karakteristik
Output, Clock Generator, Clock Generator 8284A,
Operasi 8284A, Bus Buffering dan Latching, Demultiplexing
Bus, Sistem Buffering, Full Buffering, Half
Buffering, Bidirectional Buffering, Unidirectional
Buffering, Latching, Sistem D-Latch. Pertama - tama
Mikroprosessor 8086 dan 8088 merupakan perluasan
dari seri mikroprosessor 8080 dari Intel. Terdapat
sejumlah perubahan dalam 8086 atau 8088, yang
paling jelas ialah kenyataan bahwa komputansi dapat
dilaksanakan dengan memakai data 16-bit, sedangkan
dalam 8080 dilaksanakan dengan memakai data 8-bit.
Selain itu, terdapat sejumlah keuntungan, termasuk
instruksi perkalian dan pembagian, antrian instruksi
untuk memperoleh kecepatan yang lebih tinggi, kemampuan
untuk mengalamati sejumlah byte memori,
register yang lebih umum, dan banyak lagi modus
instruksi dan pengalamatan. Perbedaan pokok antara
8086 dan 8088 terletak pada banyaknya saluran data
yang dikeluarkan ke bus.Chip 8086 memiliki 16 saluran
data pada busnya, dan 8088 hanya memiliki 8. Hal ini
dapat dilihat dari banyaknya saluran AD (alamat/data)
terhadap saluran A (alamat) pada pin-ke luar untuk
setiap chip. Chip 8086 memakai 16 saluran alamt
untuk data, sehingga AD 0 hinggan AD 15 dipakai
untuk alamat dan data sedangkan 8088 hanya memiliki
AD 0 hingga AD 7 untuk data dan memakai A 8
hingga A 19 untuk alamat. Saluran data internal pada
chipnya sama saja dan masing - masing menambahkan,
mengurangkan, mengalikan atau membagi bilangan
biner 16-bit.
1. Pin Out dan Fungsi Pin
Dalam bagian ini akan membahas fungsi dari
setiap pin, Pin Out, Pin Mode Minimum, Pin Mode
Maksimum sehingga dapat diperoleh dasar pemahaman
pada setiap pin dan pada bagian selanjutnya.
1.1. Pin Out
Pada gambar mengilustrasikan pinout dari mikroprosessor
8086 dan 8088. Oleh karena pernyataan
perbandingan yang dekat, maka secara virtual tidak
ada perbedaan antara dua mikroprosessor tersebut :
keduanya dikemas dalam 40 pin dual in line packages
(DIPs). 8086 adalah mikroprosessor 16-bit dengan
data bus 8-bit. (Seperti yang ditunjukkan pinout, 8086
mempunyai hubungan pin AD0 - AD15, dan 8088
mempunyai hubungan pin AD0 - AD7). Oleh sebeb itu
panjang data bus merupakkan satu satunya perbedaan
utama antara dua mikroprosessor tersebut. Namun
ada perbedaan dalama salah satu signal control. 8086
mempunyai oin M/IO, dan 8088 mempunyai pin IO/M.
Satu - satunya perbedaan hardware yang lain muncul
pada pin 34 dari kedua mikroprosessor pada 8088
yaitu pin SSO dan pada 8086 adalah pin BHE/S7. -
AD7 - AD0(8088) adalah Alamat/Data Bus, baris yang
menyusun alamat data bus yang (multiplexed) dari
8088 dan berisi hampir 8 bit dari alamat memori atau
bilangan port I/O ketika ALE aktif(1) atau data ketika
ALE tidak aktif(0).
- A15 - A8(8088) Alamat Bus, bit - bit dimana alamat
(A15 - A8) muncul melalui seluruh bus-cycle. A15
- A8 berjalan ke pernyataan dengan impedansi yang
tinggi ketika muncul pernyataan.
- AD15 - AD8(8086) adalah Alamat/Data Bus : baris
yang mengubah multiplexed alamat data bus dari 8086
dan berisi informasi alamat atau bilangan port I/O
selama ALE (1) atau data ALE tidak aktif (0). Pin
tersebut pergi ke keadaan impedansi yang tinggi selama
memiliki persetujuan. - A19/S6, A18/S5, A17/S4, dan
A16/S3 adalah Alamat/Status, Multiplexed pin yang
berisi alamat bus bit A19 - A16 selama ALE dan untuk
bus cycle yang masih ada, berisis status bit S6 - S3. Pin
tersebut pergi ke arah keadaan impedansi yang tinggi
selama berisi persetujuan. Status bit S6 selalu tetap
logika 0, bit S5, menunjukan kondisi bit flag I, dan
bit S4 dan S3 menunjukan segmen yang dimasukkan
selama current bus cycle.
- RD(Read) : Strobe yang menjadikan logika 0 ketika
data bus berurutan terhadap memori maupun data I/O.
Pin ini akan mengalir selama berisi pesetujuan.
- READY : Pin yang ada pada berlogika level 1
untuk 8086/8088 membuat instruksi tanpa menunggu
pernyataan. Jika pin ini berisi rendah, maka pernyataan
akan disisipkan. READY digunakan untuk interface
memori yang lebih lambat dan komponen disekitarnya
ke 8086/8088.
- INTR(Interrupt Request) : Salah satu dari dua pin
(yang lainnya adalah NMI) yang digunakan untuk
meminta interrupsi hardware. JIka INTR diisi tinggi
ketika I adalah set, maka 8086/8088 akan masuk ke
dalam lingkaran persetujuan interrupsi (INTA menjadi
aktif) setelah instruksi tertentu dibuat secara lengkap.
- Test : Pin yang dicheck oleh instruksi WAIT. Jika
TEST adlah logika 1, maka WAIT akan menunggu
TEST untuk menjadi logika 0.
- NMI(Nonmaskable Interrupt) : input yang menyebabkan
tipe 2 vektor interrupsi yang memanggil pada
bagian akhir instruksi yang ada ketika menjadi aktif.
Input ini merupakan positif-edge (0 ke transaksi 1)
yang digerakkan dan tidak diakibatkan oleh flag bit 1.
- RESET : Pin yang jika berisi tinggi untuk minimum
empat clock/jam, akan mengatur kembali 8086/8088.
jika 8086/8088 diatur kembali, maka akan mulai
pembuatan instruksi pada lokasi memori FFFFOH dan
tidak mungkin interrupsi selanjutnya dengan kejelasan
status bit 1.
- CLK(Clock) : Input yang menyediakan timing pokok
untuk 8086/8088. Input ini mempunyai 33 persen duty
cycle (tinggi sepertiga dari periode jam dan rendah
untuk dua pertiga) untuk menyediakan proper internal
timing untuk 8086/8088.
- Vcc : Vcc +5V, Kurang lebih 10 persen power supply
pin.
- GND(Ground) : Hubungan ground: dua pin, yang
harus dihubungkan.
-MN/MX(Minimum/Maximum Mode) : Pin yang digunakan
untuk memilih operasi mode ketika diletakkan
secara langsung ke ground.
-BHE/S7(Bus HIgh Enable/Status) : Digunakkan untuk
mengaktifkan hampir semua data bus yang penting
selama pembacaan maupun penulisan.
1.2. Pin mode Minimum
Operasi mode minimum dari 8086/8088 diperoleh
dengan menghubungkan MN/MX hubungan pin
secara langsung ke +5V. Jangan hubungkan pin ini ke
+5V melalui resistor penarikan, atau tidak akan bekerja.
1.3. Pin mode Maksimum
Untuk mendapatkan operasi mode maksimum
untuk digunakan dengan coprosessor eksternal,
hubungkan pin MN/MX ke ground.
2. Power Supply DC
Power Supply (pencatu daya) berfungsi untuk
mengubah arus listrik bolak - balik (AC) menjadi arus
listik searah (DC) karena komponen komputer hanya
dapat beroperasi pada arus DC.
2.1. Karakteristik Input
Karakteristik input dari mikroprosessor ini
sesuai untuk semua komponen logika standar
yang ada sekarang ini. Karakteristik ini menyatakan/
menggambarkan level voltage input dan juga
aliran input yang diperlukan untuk pin input pada
kedua mikroprosessor. Level aliran input sangatlah
kecil karena input merupakkan gerbang dari MOSFET
dan hanya menunjukkan aliran yang bocor.
2.2. Karakteristik Output
Karakteristik output berdasarkan logika level
voltage 1 dari 8086/8088 sesuai dengan hampir semua
rumpun logika standart, tetapi logika level 0 tidak.
Sirkuit logika standart mempunyai voltage output 0
logika maksimum dari 0.4 V, dan 8086/8088 mempunyai
maksimum 0,45 V. dengan demikian ada perbedaan
0.05 V. perbedaan ini mengurangi noise/suara imunitas
dari level standart 400mV (0.8 V - 0.45 V) ke 350 mV.
Imunitas noise/suara adalah perbedaan antara voltage
output 0 dan logika level voltage input 0. Hal ini akan
mengurangi akan mengurangi noise imunitas yang
mungkin menyebabkan problem dengan hubungan
yang panjang dan terlalu banyak load pada koneksi.
Oleh karena itu disarankan jangan lebih dari 10 load
dari suatu tipe atau kombinasi yang dihubungkan ke
suatu pin output tanpa buffer. Jika loading tersebut
muncul, noise akan mulai bersuara dalam problem
timing.
3. Clock Generator
Bagian ini memperkenalkan clock generator, signal
RESET, dan signal READY untuk mikroprosessor
8086/8088.
3.1. Generator Clock 8284A
8284 adalah komponen pembantu pada mikroprosessor
8086/8088. Tanpa clock generator, beberapa
sirkuit tambahan diperlukan untuk membuat clock
(CLK) dalam sistem yang berdasarkan 8086/8088.
8284A menyediakan fungsi pokok berikut ini atau signal
clock generation, sinkronisasi RESET, sinkronisasi
READY, dan signal level TTL clock generation.
3.2. Operasi 8284A
Operasi 8284A adalah inspeksi yang dekat dari
gerbang AND menyatakan bahwa ketika F/C adalah
logika 0, ”oscilator output” disetir hingga ke jawaban
dibagi 3. Jika F/C adalah logika 1, maka EFI akan
disetir ke jawaban/counter. Output dari jawaban dibagi
3 akan membuat timing untuk sinkronisasi yang telah
siap, signal untuk jawaban lain (dibagi 2), dan signal
CLK ke mikroprosessor 8086/8088.
4. Bus Buffering dan Latching
Sebelum 8086/8088 dapat digunakan dengan
memori atau interface I/O, multiplexed busnya harus
di(demultiplexed). Bagian ini memebahas detail yang
diperlukan (demultiplex) bus dan mengilustrasikan
bagaimana bus ditahan untuk sistem yang sangat besar
(Karena penyebaran maksimum adalah 10, sistem harus
ditahan jika berisis lebih dari 10 komponen lainnya).
4.1. Demultiplexing Bus
Bus alamat atau data pada 8086/8088 dilakukan
multiplexing (dipakai bersama) untuk memperkecil
jumlah pin yang dibutuhkan untuk IC microprocessor
8086/8088. Karena bus-bus microprocessor 8086/8088
dilakukan multiplexing dan kebanyakan memory dan
peralatan I/O tidak, maka sistem haruslah dilakukan
demultiplexing sebelum pengantarmukaan dengan
memory atau dengan I/O. Proses demultiplexing
dilakukan oleh latch 8-bit yang pulsa clock berasal dari
sinyal ALE.
- Demultiplexed 8086 : Seperti 8088, sistem 8086
memrlukan alamat terpisah, data dan kontrol bus.
Inilah pokoknya yang memebedakan bilangan dari
pin multiplexed. Dalam 8088 hanya AD7 - AD0 dan
A19/S6 - A16/S3 yang dimultiplexed. Dalam 8086,
sebaliknya pin yang dimultiplexed mencakup AD15 -
AD0, A19/S6 - A16/S3, dan BHE/S7, seluruhnya harus
didemultiplexed.
4.2. Sistem Buffering
Jika memori lebih dari 10 unit load dicapai pada
suatu pin bus, maka seluruh sistem 8086 atau 8088
harus ditahan/buffered. Pin demultiplexed telah ditahan
dengan latche 74LS373, yang telah dirancang untuk
mengatur bus dengan kapasitas tinggi yang dijumpai
dalam sistem mikro komputer. Aliran output juga
telah ditingkatkan sehingga unit load TTL yang lebih,
dapat diatur : output logika 0 menyediakan hinggan
32mA alirannya, dan output logika 1 menyediakan
5.2mA. Signal yang telah ditahan semuanya akan
memperkenalkan timing penundaaan pada sistem.
Ini menyebabkan tidak adanya kesulitan kecuali jika
memori atau bagian I/O digunakan yang fungsinya
dekat dengan kecepatan bus maksimum.
4.3. Full Buffering
- 8088 full buffering menggunakan buffer octal
74LS244 menggunakan A15 - A8 yaitu sebagai pin
address, delapan pin data bus D7 - D0 menggunakan
74LS245 octal buffer bus dengan satu tujuan dan
signal kontrol bus, IO/M, RD. dan WR, menggunakan
74LS244. Sistem 8088 yang ditahan secara penuh
memerlukan dua 74LS244 dan satu 74LS245, dan
dua 74LS373. Tujuan dari 74LS245 dikontrol dengan
signal DT/R dan bisa dimungkinkan atau tidak
dimungkinkan dengan signal DEN.
- 8086 full buffering Pin address telah ditahan dengan
latch alamat 74LS373, data busnya menggunakan dua
74LS245 octal buffer bus dengan satu tujuan dan signal
kontrol bus, M/IO, RD, dan WR, menggunakan buffer
74LS244. Sistem 8086 yang ditahan secara penuh
memrlukan satu 74LS244, dua 74LS245, dan tiga
74LS373. 8086 memerlukan satu buffer lebih banyak
daripada 8088 karena delapan data bus ekstra yang
menghubungkan D15 - D0. 8086 ini juga mempunyai
signal BHE yang ditahan untuk seleksi memori-bank.
4.4. Half Buffering
Seperti namanya yaitu half buffering ini hanya
menahan setengah dari jumlah pin yang digunakan
pada full buffering.
4.5. Bidirectional Buffering
Bidirectional buffering adalah penyangga dua
arah yang dibentuk dari dua buffer tri-keadaan yang
dihubungkan masukan dan keluarannya dan dengan
satu inverter yang dihubungkan di antara kedua saluran
enable yang akan menjamin bahwa pada setiap saat
hanya satu enable saja yang bekerja. Buffer atau
penyangga merupakan rangkaian logika untuk memperkuat
sinyal.
4.6. Unidirectional Buffering
Unidirectional buffering adalah kebalikan dari
bidirectional buffering yaitu dimana signal hanya
berjalan satu arah dari input ke output, tetapi dalam
penggunaan unidirectional buffering lebih sering
digunakan untuk menghubungkan address bus dengan
CPU.
4.7. Latching
Latching merupakan piranti yang mampu menyimpan
keadaan logika. Pada prinsipnya latch dibentuk dari
sekumpulan flip- flop. Latch atau gerendel memiliki
sekumpulan penyemat masukan, penyemat keluaran
dan serta penyemat kendali. Latch banyak digunakan
pada bus searah yang menyalurkan sinyal sesuai dengan
kondisi sinyal kendali.
4.8. Sistem D-Latch
Sistem D-Latch kurang lebih sama seperti D
flip-flop yang juga meerupakan pengembangan dari RS
flip-flop, pada D flip-flop ini kondisi output terlarang
(tidak tentu) tidak lagi terjadi. D flip-flop merupakan
dasar dari rangkaian utama sebuah memori penyimpanan
data digital. Input atau masukan pasa RS
flip-flop adalah 2 buah yaitu R (reset) dan S (S), kedua
input tersebut dimodifikasi sehingga pada Data flip-flop
menjadi 1 buah input saja yaitu input atau masukan
D (data) saja. Model modifikasi RS flip-flop menjadi
D flip-flop adalah dengan penambahan gerbang
NOT (inverter) dari input S ke input R pada RS flip-flop.

Minggu, 09 Oktober 2016

Tugas Softskill Manajemen Proyek & Resiko



  


  Kota Denpasar pada Minggu pagi (23/05/2016) terlihat semarak oleh ribuan orang yang berkumpul. Tua, muda, remaja terlihat mengenakan kamen (kain) dan selendang serta udeng (penutup kepala) untuk laki-laki. Mereka berjalan kaki beberapa kilometer di jalur perjuangan Puputan Badung, menuju ke nol kilometer Kota Denpasar, Bali. Mereka menambahkan ikatan pita hitam di lengan kiri, sebagai penghormatan dan mendoakan Ida Pedanda Gede Made Gunung, yang awal pekan lalu meninggal. Beliau pendeta dan juga tokoh Hindu yang menolak keras rencana reklamasi Teluk Benoa. Pita hitam juga sebagai tanda duka atas bebalnya pemerintah daerah dan pusat merespon gelombang penolakan yang hampir tiap pekan melakukan aksi di tiap desa. Sedikitnya 5000 orang Bali melakukan puputan untuk selamatkan kawasan suci Teluk Benoa dari reklamasi pada aksi di Kota Denpasar pada Minggu pagi (23/05/2016). Peserta aksi mengenakan pita hitam sebagai tanda duka cita meninggalnya salah satu tokoh umat Hindu, Ida Pedanda Made Gunung yang dikenal kritis menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Sudah empat tahun warga Bali menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Pemerintah pusat yang kini punya wewenang masih belum memberikan putusan jelas. Sampai akhirnya kata puputan atau berjuang habis-habisan diteriakkan di pusat perjuangan rakyat Bali melawan penjajah Belanda,Mereka melakukan longmarch dimulai dari simbol-simbol kehidupan dan perjuangan, yakni Setra (kuburan) Badung, Puri Pemecutan, kawasan heritage Jalan Gajah Mada, kemudian berkumpul di Patung Catur Muka, area di titik nol kilometer Denpasar. Di sini ada Lapangan Puputan Badung, jejak perjuangan rakyat Bali melawan penjajah dengan cara puputan. Parade ini mengular panjangnya sampai satu kilometer. Penyarikan (sekretaris) Desa Pekraman Denpasar A.A Putu Gede Wibawa mengatakan bahwa desa adat Denpasar yang menaungi 105 banjar adat telah menggelar  paruman  (rapat) Desa Pakraman tanggal 26 Maret 2016 yang menyatakan Desa Pakraman Denpasar menolak reklamasi Teluk Benoa. Sejumlah alasan yakni menjunjung tinggi filosofi tiga keseimbangan alam, manusia, dan pencipta (Tri Hita Karana), mendukung kawasan Teluk Benoa sebagai kawasan suci, dan mendesak agar kawasan Teluk Benoa dikembalikan menjadi kawasan konservasi.“Para pengambil kebijakan di pusat dan Bali harus mendengarkan aspirasi masyarakat Bali dan menyabut Perpres No. 51 tahun 2014,” katanya di depan massa. Salah satu keturunan raja Denpasar, Cokorda Pemecutan yang juga orasi menyebut warga akan puputan. “Kita berdiri di titik nol, satukan tekad habis-habisan berjuang,” serunya menyemangati. Sementara I Wayan “Gendo” Suardana koordinator Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) mengingatkan sejarah Puputan Badung. “Leluhur kita berani lawan intimidasi dan agresi militer. Lawan siapa pun yang berani menurunkan baliho memberangus suara-suara rakyat,” seraya menyentil aparat Kodam Udayana yang berada di sekitar lapangan ini.Sebelumnya sejumlah tentara menurunkan baliho-baliho tolak reklamasi di bberapa titik jalan yang dilalui presiden Joko Widodo saat hadiri Munaslub Partai Golkar di Nusa Dua. Pengeruskan baliho tolak reklamasi juga marak terjadi tiap kali mantan presiden SBY ke Bali. Hal ini pernah dilaporkan sejumlah kelompok warga yang membiayai sendiri baliho-baliho ini ke Komnas HAM. Baliho yang dirobohkan tentar, berisi sambutan kedatangan Presiden jokowi di Bali sekaligus meminta untuk pencabutan Perpres tentang reklamasi Teluk Benoa Bali. Eskalasi makin memuncak karena aksi-aksi penolakan kini makin masif dan dikoordinir desa adat. Jika di tahun-tahun awal gerakan penolakan massa dimobilisasi para musisi atau anak band, maka kini pimpinan desa adat mulai menggerakkan karena mereka dianggap berada di pihak rakyat.






Saran: Seharusnya pelaksanaan reklamasi memperhatikan beberapa aspek penting bagi lingkungan, seperti: menjaga keseimbangan di antara kepentingan pemanfaatan dan pelestarian lingkungan pesisir, keberlanjutan kehidupan serta penghidupan bagi masyarakat, dan terakhir persyaratan teknis pengambilan, pengerukandan penimbunan material agar dampak reklamasi Teluk Benoa menjadi baik.